Kamis, 17 Desember 2020

Gerimis Pagi

 


Apa yang ada dalam pikiran kita jika hujan turun di pagi hari? Apa yang kita rasakan? Apakah rasa malas semakin bersemayam di badan? Enggan bangkit dari peraduan? Seperti matahari yang kembali berdiam dibalik awan mendung?

Aku termasuk yang sangat suka gerimis pagi.Entah kenapa? Apakah kita bisa tidur berselimut lagi? Tidak saya termasuk yang tidak bisa tidur lagi setelah subuh tiba. Meski kadang ingin juga.Tetapi begitu ditidurkan yang terbayang adalah pekerjaan, tumpukan baju yang harus dicuci, setrikaan yang menggunung untuk segera dirapikan. Akhirnya itu membentuk pola pengaturan waktu sendiri. Tidak bisa tidur setelah subuh. Dan alhamdulillah secara agama itu jua tidak dianjurkan.

Aku suka gerimis karena suasana menjadi tenang dan sahdu. Meskiharus melawan rasa malas ketika akan beraktivitas keluar. Tetapi saya menikamti tetesan air yang turun. Kadang jika hanya gerimis kecil dan lembut, malah saya membayangkan itu adalah salju yang turun. Saya mencoba membuat puisinya dari gerimis pagi hari ini.

Gerimis Pagi

Ada sepi menggayut

Di antara tetesan-tetesan air yang lembut

menina bobokan impian dibalik selimut

agar langkah kaki tercerabut


gerimis pagi ini

mengiringiku beraktivitas pagi

tuk menyambut hari

meski tak secerah mentari

aku akan terus bermimpi





6 komentar:

Kepedulian kepada Bencana Semeru

 Peristiwa bencana Semeru yang terjadi pada tanggal 8 Desember 2021 menggugah suasana yang tenang. Sore itu tiba-tiba grup WA